Oleh: Jodelys Niven Imanuel

Nama Kegiatan: Kegiatan Literasi

Waktu Pelaksanaan: Kamis siang – Sabtu

Tempat: SMAK Santo Eugenius Purwokerto

Tema Kegiatan: Membaca dan Berbagi Isi Bacaan

 

Literasi merupakan kegiatan yang dapat membantu kami untuk meningkatkan minat membaca dan menambah wawasan. Melalui kegiatan membaca ini, kami dapat memperoleh berbagai informasi dan pengetahuan baru dari buku yang kami pilih.

Oleh karena itu, kegiatan literasi dilaksanakan agar kami membiasakan diri untuk membaca serta belajar memahami isi dari suatu bacaan. Selain membaca, kami juga diberikan kesempatan untuk membagikan atau sharing mengenai apa yang telah kami baca kepada teman – teman satu kelompok.

Tujuan Kegiatan Literasi

Kegiatan literasi ini memiliki beberapa tujuam,

  1. Meningkatkan minat kami dalam membaca.
  2. Melatih kami untuk memahami isi buku.
  3. Melatih keberanian dalam menyampaikan atau pendapat.

Hari Pertama: Kamis Siang

Pada hari Kamis siang setelah makan siang selesai, kami memulai kegiatan literasi dengan berkumpul di ruang sebelah Kantor Guru untuk membagikan buku yang terlah dibeli. Setelah itu kami langsung menuju ruangan yang telah di tentukan oleh guru. Suasana saat itu terasa santai namun tetap serius. Kami semua membawa buku bacaan yang telah dibagikan, ada yang membawa novel, ada yang membawa buku cerita inspiratif, dan tidak sedikit juga yang membawa buku untuk menambah wawasan.

Di sesi pertama ini, kami tidak langsung membaca. Kami terlebih dahulu mendengarkan arahan dari guru pemimbing kami, Mis Yuli. Beliau menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah bukan hanya membaca, tetapi juga mengerti isi bacaan dan bisa menceritakan kembali dengan bahasa kami sendiri. Setelah itu, kami dipersilahkan untuk memilih sudut baca favorit masing – masing.

Kami kemudian membaca buku pilihan kami selama kurang lebih 60 menit. Setelah itu kami diberikan waktu istirahat 15 menit, suasana ruangan yang kami gunakan untuk mambaca sangat hening, hanya terdengar suara gesekan kertas dan sesekali bisikan – bisikan kecil saat kami bertanya arti kata yang tidak kami mengerti. Kami merasa sangat menikmati waktu ini karena jarang sekali kami bisa membaca dengan tenang tanpa gangguan.

 

Hari Kedua: Jumat

Memasuki hari kedua, tepatnya hari Jumat, kegiatan kami lebih terfokus. Kami tidak hanya membaca, tetapi mulai mencatat poin – poin penting dari buku yang kami baca. Kami membawa buku catatan kecil masing – masing dan mulai menuliskan hal – hal menarik yang kami temukan.

Kami juga membentuk kelompok kecil terdiri dari 4 – 5 orang. Dalam kelompok ini, kami saling bercerita secara singkat tentang buku yang sedang kami baca. Kami bertukar pendapat tentang karakter tokoh, alur cerita, dan menceritakan sedikit dari berapa banyak bab buku kami dan berapa bab yang sudah kami baca. Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain menambah pemahaman, kami juga belajar mendengarkan pendapat teman lain.

Hari Ketiga: Sabtu

Hari Sabtu adalah hari yang paling kami nantikan. Pada hari ini, kami melakukan sesi “Sharing” di ruangan yang telah ditentukan. Yaitu kegiatan dimana setiap kami menceritakan kembali isi buku yang telah kami baca selama dua hari sebelumnya.

Kami sangat antusias. Satu per satu kami mengsharingkan. Ada yang menceritakan buku tentang Public Speaking, dan ada pula yang menjelaskan fakta – fakta menarik dari buku sains yang mereka baca. Kami semua mendengarkan dengan seksama. Kami juga diberi kesempatan untuk bertanya atau memberi tanggapan setelah setiap anak selesai sharing.

Yang membuat kami bangga, setiap sharing berjalan dengan lancar. Kami bisa melihat bahwa teman – teman kami benar – benar memahami buku yang mereka baca. Mereka tidak hanya menghafal, tapi bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

 

Kesimpulan

Setelah mengikuti kegiatan literasi selama tiga hari ini, kami merasakan banyak manfaat. Kami menjadi lebih terbiasa membaca dan lebih percaya diri saat menyampaikan pendapat di depan umum. Kami juga menyadari bahwa membaca bukanlah kegiatan yang membosankan, melainkan sebuah jendela untuk melihat dunia yang lebih luas.

Kami juga belajar bahwa setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda terhadap sebuah bacaan. Hal itu terlihat saat sesi berbagi cerita pada hari Sabtu, dimana setiap dari kami menangkap pesan yang berbeda-beda dari buku yang sama. Itu membuat kami semakin menghargai perbedaan pendapat.