Oleh :
Elfrida Gratia Domina Putri Krisbiyanto.
Krisis Lingkungan Menuntut Tindakan Nyata
Kita pasti sudah sering mendengar tentang pemanasan global kan? Benar bumi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Cuaca makin panas, musim jadi tidak menentu, dan sampah plastik ada di mana-mana. Dan sedihnya, ini terjadi karena ulah kita sendiri yang kurang peduli dengan lingkungan.
Sebagai generasi muda SMAK Santo Eugenius, kita tidak bisa hanya diam saja. Kita harus ikut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi. Setiap orang, termasuk kita pelajar, punya tanggung jawab untuk bertindak. Dan SMAK Santo Eugenius Purwokerto adalah tempat yang tepat untuk memulai perubahan.
Kenapa Smak Santo Eugenius Harus Ikut Gerakan Go Green?
Mungkin teman–teman bertanya, “Kenapa sih SMAK kita harus ikut?” Jawabannya simpel banget. SMAK Santo Eugenius Purwokerto adalah sekolah Katolik. Dan sebagai sekolah Katolik, kita punya panggilan khusus untuk menjaga alam semesta.
Kalian pasti sudah tau tentang Laudato Si, kan? Itu adalah Ensiklik dari Paus Fransiskus yang isinya mengajak semua orang Katolik untuk peduli dengan lingkungan. Paus bilang bahwa bumi adalah “rumah kita bersama” dan kita semua bertanggung jawab untuk menjaganya. Sebagai bagian dari Gereja Katolik, sudah seharusnya SMAK Santo Eugenius Purwokerto jadi contoh dalam mewujudkan ajaran ini. Kita tidak hanya belajar tentang cinta kasih pada sesama, tapi juga cinta kasih pada alam ciptaan Tuhan.
Apa Saja yang Bisa Kita Lakukan di SMAK Santo Eugenius?
Pertanyaannya, “Apa yang bisa kita lakukan?” Banyak kok hal sederhana yang bisa kita mulai dari sekarang, seperti :
Satu, buat taman dan ruang hijau di sekolah. Bayangkan kalau sekolah kita penuh dengan tanaman hijau, pohon rindang, dan bunga-bunga cantik. Pasti akan membuat kita merasa nyaman saat belajar. Kita bisa mulai dengan menanam pohon di halaman sekolah atau bikin taman kecil di sudut-sudut kelas. Buat yang tidak punya banyak lahan, kita bisa pakai pot-pot cantik untuk tanaman hias. Selain membuat sekolah asri, pohon-pohon itu juga membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Keren, kan?
Dua, bentuk tim khusus Go Green. Biar gerakan ini bukan hanya menjadi wacana, kita butuh tim khusus yang bertanggung jawab. Tim ini bisa terdiri dari guru, karyawan, dan teman-teman siswa yang peduli dengan lingkungan. Tugas mereka adalah merencanakan kegiatan, mengawasi program penghijauan, dan mengajak teman-teman lain ikut serta. Kita juga bisa mengadakan lomba antar kelas untuk melihat siapa yang paling rajin merawat tanaman. Dijamin seru deh!
Tiga, kelola sampah dengan bijak. Sampah organik seperti sisa makanan bisa kita olah menjadi kompos (pupuk) yang bagus untuk tanaman. Sedangkan sampah plastik dan kertas bisa kita kumpulkan untuk didaur ulang. Perlu diingat ya! Jangan lupa untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Bawa botol minum/tumbler dari rumah dan hindari sedotan plastik. Emang kecil, tapi dampaknya besar.
Empat, biasakan hidup ramah lingkungan. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti mematikan lampu jika tidak digunakan, menghemat air, dan menggunakan kertas seperlunya. Kita juga bisa mengajak teman-teman untuk ikut dalam kegiatan seperti kerja bakti membersihan lingkungan sekolah. Ingat, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil.
Manfaat yang Kita Dapat Kalau Go Green Berhasil.
Pasti akan seru kalau semua usaha kita membuahkan hasil. Ini dia beberapa manfaat yang akan kita rasakan :
Sekolah kita jadi hijau dan berperan mengatasi pemanasan global.
Dengan banyaknya tanaman sekolah, kita turut membantu mengurangi efek pemanasan global. Pohon-pohon yang kita tanam akan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Bayangin aja, SMAK Santo Eugenius bisa jadi bagian dari solusi untuk menyelamatkan bumi.
Tumbuh rasa cinta lingkungan dan tanggung jawab.
Kita belajar dari merawat tanaman dan menjaga kebersihan adalah bahwa alam itu titipan dari Tuhan yang harus dijaga. Rasa tanggung jawab ini tidak hanya berlaku di sekolah, tapi juga di rumah dan di masyarakat.
Belajar jadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Siapa sih yang nggak betah di lingkungan yang asri dan sejuk? Udara bersih dan pemandangan yang hijau membuat kita lebuh fokus dan semangat belajar. Selain itu, suasana yang nyaman juga membuat stres berkurang. Jadi, kita bisa belajar dengan lebih happy.
YUK! Kita Wujudkan SMAK Santo Eugenius sebagai Green Building!
Teman-teman, bumi kita sedang membutuhkan pertolongan kita. Sebagai generasi muda dan sebagai siswa SMAK Santo Eugenius Purwokerto, kita punya kesempatam emas unutk menjadi bagian dari perubahan. Dengan menjadikan sekolah kita sebagai Green Building, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga mewujudkan ajaran Gereja yang ada dalam Laudato Si.
Mari kita mulai dari hal-hal kecil. Tanam satu pohon, rawat satu tanaman, buang sampah pada tempatnya. Karena setiap tindakan kecil yang kita lakukan, jika dilakukan bersama-sama, akan menjadi gerakan besar yang menyelamatkan bumi.
Ingat, menjaga alam berarti menjaga kehidupan. SMAK Santo Eugenius Purwokerto siap menjadi pelopor ekoteologi. Ayo kita buktikan bahwa anak muda bisa membuat perubahan!
“Bumi adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan cinta.”
Bagus sekali. Terus belajar menulis agar tulisannya semakin bagus dan semakin mampu menawarkan gagasan secara runtuh. Diimbangi dengan membaca ya, karena membaca memperluas khazanah bahasa kita. Good luck.