S E J A R A H

ST. EUGENIUS

SMAK Santo Eugenius Purwokerto (Sekolah Menengah Agama Katolik) adalah wadah pendidikan bagi anak-anak remaja Katolik dari seluruh Indonesia. Di sekolah ini para siswa, pengajar, dan staff lainnya membentuk komunitas Kristiani bersama. Di Komunitas sekolah ini iman Kristiani akan dirayakan dalam liturgi, diajarkan dalam mata pelajaran pilihan, dan dikembangkan dalam nilai-nilai yang membentuk pola hidup Kristiani demi pelayanan yang unggul.
Selain itu, para murid akan dibimbing juga secara profesional untuk mencapai cita- citanya di aneka bidang kehidupan dan profesi dengan tetap memegang teguh iman Katoliknya
Dalam penguatan karakter Kristianinya, anak-anak akan dibimbing juga melalui metode integrated curriculum dengan hidup bersama di asrama. Selain itu, akan diusahakan pula memperluas hubungan personal anak-anak didik dengan sekolah- sekolah OMI di Australia. Karenanya, SMAK ini akan menggunakan media bilingual, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Alasan pilihan nama SMAK Santo Eugenius Purwokerto

Figur St. Eugenius de Mazenod, pendiri Kongregasi OMI yang lahir pada 1 Agustus 1782, meninggal pada 21 Mei 1861, selanjutnya dikanonisasi sebagai Santo pada 3 Desember 1995 dipilih sebagai nama Pelindung bagi SMAK yang akan didirikan ini. Terlahir dari keluarga aristokrat, ia memilih menjadi seorang imam di tengah gejolak dari buruknya pengaruh revolusi Prancis terhadap Gereja Katolik. Pada saat banyak kaum muda seusianya meninggalkan Gereja atau acuh tak acuh terhadapnya, ia memilih menjadi pewarta khabar gembira justru bagi kaum miskin dan kaum muda. Melalui pendirian Kongregasi OMI, usaha tersebut ia jalankan demi pewartaan khabar gembira yang tidak hanya berhenti di Prancis, namun menyebar ke seluruh dunia. Benarlah visi besarnya tersebut, sehingga pada saat ini ada hampir empat ribu Oblat yang berkarya di 68 negara di seluruh dunia. Salah satunya adalah kelompok Oblat yang berkarya di Indonesia.
Teladan dan kharisma St. Eugenius tentang cinta akan Kristus tersalib, cinta akan Gereja dengan fokus pada kaum miskin dan terlantar, di mana kaum muda selalu dipandang sebagai bagian dari kelompok ini akan menjadi elemen penting yang akan diajarkan dan dipraktikkan di SMAK kelak. Para siswa dan seluruh staff akan diajak untuk menghayati kharisma ini semendalam mungkin, sehingga tercipta suatu komunitas apostolik, komunitas pewarta yang selalu siap mewartakan Kerajaan Allah kapan dan di mana pun serta dalam situasi apa pun.
Karena itu, di dalam SMAK ini kelak, kami juga akan membuat program Studi Mazenodian, yakni suatu studi dan latihan spiritualitas St. Eugenius dan keoblatan mengenai misi, devosi kepada Sakramen Maha Kudus dan kepada Bunda Maria serta praktik untuk menjadi misionaris di zaman sekarang. Praktik seperti ini akan juga nantinya diperluas secara internasional, mengingat dunia OMI juga berkaitan luas dengan dunia internasional guna menyambungkan dan mengembangkan misi dan spiritualitas siswa dengan konteks setempat di mana OMI berkarya. Namun demikian, pendalaman tentang misi dan spiritualitas ini tidak hanya terbatas pada dunia para OMI saja, tetapi konteks Keuskupan Purwokerto dan beberapa keuskupan atau Kongregasi lainnya akan juga diperkenalkan dan didalami secara proporsional.