Tugas ini menjadi pengalaman yang sangat mengesankan
Tepat pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, sepuluh orang murid dari SMAK Santo Eugenius Purwokerto yang telah dipilih datang dan menghadiri sebuah kegiatan yang diselenggarakan di Cor Hotel Purwokerto. Kami datang bersama para bapak dan ibu guru untuk mengikuti acara tersebut. Namun, kesepuluh murid ini tidak hanya datang sekadar hadir, tetapi mereka juga turut membantu jalannya acara dan ikut serta menjadi bagian dari panitia pelaksana. Acara yang diadakan pada hari itu adalah Bincang Bisnis bersama PUKAT Keuskupan Purwokerto, yang dihadiri oleh tokoh bisnis ternama, Bapak Irwan Hidayat, selaku CEO Sidomuncul, serta dimoderatori oleh Andy F. Noya, yang dikenal luas lewat acaranya “Kick Andy” di salah saru Stasiun TV swasta. Acara ini juga turut dihadiri oleh Bapak Uskup, Mgr. Christophorus Tri Harsono, beserta sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi panitia di sebuah acara yang menurut saya sangat besar dan bergengsi. Jumlah orang yang datang menghadiri Bincang Bisnis bersama PUKAT tersebut sangatlah banyak dan membludak. Saya bersama seorang teman mendapat tugas untuk menyambut dan melayani para tamu di area depan lift, yang menjadi akses utama menuju ruang acara. Tugas ini menjadi pengalaman yang sangat mengesankan, karena tidak semua tamu bersedia bertanya kepada kami mengenai lokasi tiket atau tempat registrasi. Beberapa orang bahkan langsung menerobos masuk tanpa mempedulikan kami, dan pada akhirnya mereka sendiri menjadi kebingungan karena tidak tahu harus melakukan registrasi di mana. Hal ini terjadi karena ada sebagian tamu yang sudah melakukan registrasi di lantai bawah, tetapi ada juga yang harus melakukannya di lantai atas. Setiap orang memiliki jenis tiket yang berbeda-beda, sehingga meja registrasi pun disediakan di tempat yang berbeda pula, sesuai dengan ketentuan panitia.
Pada awalnya, saya merasa kebingungan karena tidak tahu bagaimana cara terbaik agar para tamu tidak langsung melewati saya dan teman saya begitu saja. Namun, setelah berpikir sejenak, saya mengambil inisiatif untuk mendekati setiap tamu yang baru keluar dari lift. Saya langsung menyapa mereka dengan ramah dan menanyakan jenis tiket yang mereka miliki. Dengan cara ini, saya dan teman saya akhirnya dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan terarah. Kami berhasil membantu banyak tamu mengetahui di mana mereka harus registrasi, ke mana mereka harus pergi, dan apa yang harus mereka lakukan setelah tiba di lokasi acara. Kami terus menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab hingga acara selesai. Pengalaman ini sungguh mengesankan, karena ini adalah kali pertama saya benar-benar merasakan bagaimana melayani orang-orang yang bahkan tidak saya kenal sama sekali. Meskipun demikian, saya merasa senang karena bisa bertemu banyak orang baru. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak malu menyapa orang lain terlebih dahulu, serta membuat saya menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri dalam berinteraksi dengan siapa pun.

Perjalanan menuju kesuksesan tersebut tidaklah mudah
Setelah menyelesaikan tugas di depan lift, saya dan teman saya diizinkan masuk ke dalam ruangan utama tempat acara Bincang Bisnis berlangsung. Di dalam ruangan tersebut, saya melihat sendiri bahwa acara itu dihadiri oleh sangat banyak orang dari berbagai kalangan. Yang menjadi pusat perhatian adalah Andy F. Noya sebagai moderator dan Bapak Irwan Hidayat sebagai pembicara utama. Saya merasakan kebahagiaan dan kebanggaan yang luar biasa, karena selain diberi kesempatan melayani para tamu, saya juga bisa menghadiri acara dan bertemu langsung dengan orang-orang hebat tersebut. Sebelumnya, saya sama sekali tidak mengenal mereka secara pribadi, tetapi sekarang saya bisa melihat dan berinteraksi langsung, terutama dengan Bapak Irwan Hidayat yang selama ini saya kenal hanya melalui produk Tolak Angin yang sering saya konsumsi. Betapa mengesankannya bisa bertemu langsung dengan sosok di balik produk yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat.
Dalam acara tersebut, Bapak Irwan Hidayat memulai presentasinya dengan memperkenalkan diri, menceritakan asal-usul keluarganya, latar belakang pendidikannya, serta perjalanan panjangnya hingga akhirnya bisa mendirikan perusahaan Sidomuncul. Beliau menceritakan bahwa pada masa lalu, ia sering jatuh sakit dan menderita berbagai macam penyakit. Keluarganya mengolah jamu tradisional secara turun-temurun, dan ia pun meminum jamu tersebut hingga akhirnya sembuh. Karena jamu itu telah menyembuhkannya, ia tidak ingin berhenti pada tahap itu saja. Ia bertekad untuk mengolah dan menciptakan produk-produk obat herbal yang bermanfaat bagi banyak orang. Salah satu produk yang paling dikenal hingga saat ini adalah Tolak Angin. Beliau juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan tersebut tidaklah mudah dan membutuhkan perjuangan yang keras. Menariknya, meskipun ia hanya lulusan SMA, ia mampu membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat membawa seseorang meraih impian yang besar.
Ia juga bercerita tentang bagaimana ia pernah meminta seorang tokoh bernama Anna Maria untuk menjadi brand ambassador pertama Tolak Angin. Setelah itu, ia memasang iklan dengan semboyan yang sangat ikonik, yaitu “Orang Pintar Minum Tolak Angin”. Bapak Irwan Hidayat menjelaskan bahwa ia sengaja memikirkan makna dari kata-kata tersebut agar masyarakat tidak salah paham terhadap produknya. Berkat strategi yang tepat dan kerja keras yang konsisten, Tolak Angin semakin dikenal luas dan diterima oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan hingga kini, produk tersebut menjadi salah satu jamu paling populer dan dipercaya oleh jutaan orang.
Pak Irwan, sosok yang selalu mengingat dan mengandalkan Tuhan
Selama acara, Bapak Irwan Hidayat juga tidak pelit dalam berbagi ilmu. Ia dengan terbuka menyebutkan bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatan jamu serta menjelaskan manfaat masing-masing bahan tersebut. Menurut saya, selain sikapnya yang murah hati dalam berbagi pengetahuan, beliau juga merupakan sosok yang sangat menginspirasi karena dalam setiap langkah hidupnya, ia selalu mengingat dan mengandalkan Tuhan. Bahkan dengan tegas, ia menyatakan bahwa ia bangga menjadi seorang Katolik dan menjadikan iman sebagai dasar dari setiap usahanya. Ia juga mengutip ayat Alkitab dari Matius 7:12 yang berbunyi, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka, itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Ayat ini selalu ia pegang teguh dan ia sampaikan kepada para peserta bahwa dalam setiap proses, kita harus selalu mengandalkan Tuhan.
Saya sangat terkesan dengan pribadi Bapak Irwan Hidayat karena meskipun beliau sudah menjadi CEO yang sukses dan memiliki harta yang melimpah, beliau tetap menunjukkan sikap rendah hati, sederhana, dan setia kepada Tuhan. Ia tidak pernah lupa bahwa semua kesuksesan yang diraihnya tidak lepas dari pertolongan Tuhan dan doa. Ia juga selalu mengingatkan bahwa segala sesuatu dimulai dari hal yang kecil, dan kita tidak boleh meremehkan proses, karena dari proses itulah seseorang belajar dan bertumbuh. Keteladanan ini menjadi pelajaran berharga bagi saya dan semua peserta yang hadir.
Andy F. Noya, tokoh yang mengatur jalannya diskusi
Tidak hanya Bapak Irwan Hidayat, sosok Andy F. Noya sebagai moderator juga sangat menginspirasi. Tanpa kehadirannya, acara tersebut tentu akan terasa kurang hidup, karena ia mampu mengatur jalannya diskusi dengan sangat baik dan profesional. Andy F. Noya juga dikenal sebagai seseorang yang berjuang keras dalam hidupnya, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan selalu mau membantu sesama. Kedua tokoh ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam acara tersebut.
Secara keseluruhan, saya menyimpulkan bahwa acara Bincang Bisnis bersama PUKAT ini memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar bahwa kesuksesan tidak selalu harus dimulai dari hal yang besar, melainkan bisa berawal dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian berkembang seiring waktu dan usaha yang terus-menerus, serta memberikan manfaat bagi banyak orang. Seperti yang dicontohkan oleh Bapak Irwan Hidayat, ia memulai dari rasa sakit yang ia alami sendiri, lalu mengolah jamu untuk kesembuhan dirinya, dan akhirnya produknya mampu menyembuhkan serta menolong jutaan orang lain. Hal ini sungguh menginspirasi dan menjadi motivasi bagi saya untuk selalu bekerja keras, rendah hati, dan tidak pernah melupakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan saya. Pengalaman ini akan selalu saya kenang sebagai salah satu momen terbaik dalam hidup saya.
Ditulis Oleh: Cornelia Aura
Kelas : XI (11)
SMAK Santo Eugenius Purwokerto


Leave A Comment