Rasa tidak sabar dan penasaran….

30 Juni 2026, tanggal dimana kami dengan penuh sukacita dan cinta kasih bersama-sama dengan gembira untuk pertama kalinya menyambut kedatangan adik kelas yang sudah kami nantikan dari lama sekali. Rasa tidak sabar dan penuh rasa penasaran sungguh menghantui dan memenuhi benak ku karena sedari awal aku sudah membayangkan bagaimana nantinya jika sekolah yang hanya berisi 22 siswa dan beberapa staf ini mulai bertambah seiring kedatangannya adik kelas nanti, selama  ini sekolah terasa cukup sepi dan sangat hampa karena hanya ada kami yakni beberapa murid yang mengisi seluruh sekolah dan asrama kami, bahkan tawa canda, dan obrolan yang isinya hanya orang-orang yang sama dan seluruh kegiatan yang semuanya diisi orang-orang yang sama membuat kami semua kadang kewalahan terutama ketika mulai berdekatan dengan acara-acara penting yang selalu kami adakan di sekolah, sehingga kami harus mengurus semuanya sendiri dengan sepenuh tenaga kami.

Cerita ini sangat menjadi daya tarik dan inspirasi bagi diriku karena untuk pertama kalinya aku dan teman-temanku yang angkatan paling pertama di Sekolah ini menyambut kedatangan adik kelas kami semua. Aku merasa bersyukur dan bangga karena bisa sampai di titik ini apalagi karena saat awal-awal memang aku merasa tidak betah tinggal di asrama ditambah lagi karena aku baru pertama kali tinggal di suatu asrama, cara hidup yang sangat berbeda dengan diriku di rumah membuat aku yang tidak terbiasa dengan aturan baru yang sangat berbeda ketika aku berada di rumah, di SMAK Santo Eugenius kami memiliki gaya hidup yang mengharuskan kami makan tiga kali sehari, ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupanku yang makan tidak teratur. Di sekolah ini juga kami diajarkan banyak nilai dan hal yang mungkin ada dari kami yang bahkan jarang atau tidah pernah sekali merasakan atau melakukannya, contohnya seperti melakukan pelayanan setiap harinya melalui misdinar, lektor/lektris, dan lain-lainnya.

 

Sebaliknya dari yang kubayangkan…

Dari perjalanan satu tahunku selama tinggal di asrama banyak hal yang telah kulalui dan kuhadapi, namun semua itu tidak pernah mematahkan semangat dan kegembiraan dalam diriku melainkan membuat aku semakin sadar bahwa hidup berasrama yang di awal bayanganku membosankan dan tidak ada asiknya ternyata yang aku rasakan malah sebaliknya, kini aku berteman dengan semuanya tanpa memandang suku, fisik, dan sebagainya. Terlebih lagi karena kebanyakan dari kami itu berasal dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, aku sungguh merasakan adanya peran Roh Kudus di dalam hidupku karena semua hal yang kulalui dari yang teringan sampai yang terberat berhasil kuhadapi dengan sepenuh hati dengan oleh bantuan dari Roh Kudus yang selalu bersamaku dari awal sampai sekarang ini.

Sekolah ini juga menjadi impact atau dampak yang sangat baik bagi perkembangan diriku yang sangat aku rasakan. Semua hal yang telah aku terima dan aku dapatkan dari sekolah terutama dari semua guru dan karyawan yang bekerja keras dari awal kami semua datang pertama kali ke SMAK Santo Eugenius Purwokerto ini sungguh berbuah baik bagi diri kami masing-masing. Walaupun awalnya kebanyakan dari kami merasa tinggal jauh dari orangtua mungkin sulit bagi kami awal-awal, namun betapa indahnya kini kami bisa bergaul dan merasakan kenyamanan yang begitu dekat karena semua staf dan guru di SMAK sangat terbuka dan asik.

 

Persiapan yang penuh tawa dan kebersamaan

Beberapa hari sebelum kedatangan adik-adik kelas, kami sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh semangat. Bersama para guru, staf, dan teman-teman, kami bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan asrama agar terlihat rapi, bersih, dan nyaman. Salah satu persiapan yang paling berkesan adalah menata kamar-kamar asrama yang nantinya akan menjadi tempat tinggal adik-adik kelas selama menempuh pendidikan di SMAK Santo Eugenius Purwokerto.

Asrama kami dibagi menjadi dua bagian, yaitu Asrama Santo Yosef A dan Santo Yosef B untuk siswa laki-laki, serta Asrama Immakulata A dan Immakulata B untuk siswi perempuan. Kami bersama-sama membersihkan setiap kamar, merapikan lemari, menyapu dan mengepel lantai, menata ranjang, memasang sprei, sarung bantal, dan selimut agar setiap tempat tidur siap ditempati. Walaupun pekerjaan itu cukup melelahkan, tidak ada satu pun dari kami yang mengeluh. Justru kami melakukannya dengan penuh sukacita karena membayangkan kebahagiaan adik-adik kelas saat pertama kali memasuki kamar mereka.

Suasana persiapan dipenuhi tawa dan semangat kebersamaan. Kami saling membantu tanpa diminta, ada yang mengangkat kasur, ada yang memasang sprei, ada yang menyusun perlengkapan kamar, dan ada pula yang memastikan setiap sudut ruangan telah bersih. Dari hal-hal sederhana itulah aku merasakan bahwa penyambutan bukan hanya tentang sebuah acara, melainkan tentang menunjukkan kasih dan kepedulian melalui tindakan nyata.

 

Aku memahami mereka….

Akhirnya, hari yang telah kami nantikan pun tiba. Kami berkumpul dengan penuh sukacita untuk menyambut kedatangan adik-adik kelas. Ketika mereka ada yang datang bersama orang tua atau wali mereka, kami menyambut mereka dengan senyuman hangat, memperkenalkan diri, membantu membawa barang-barang mereka menuju kamar asrama, serta mengarahkan mereka ke tempat yang telah dipersiapkan. Wajah-wajah mereka sangat terlihat beragam ada yang tersenyum penuh semangat, ada yang masih malu, bahkan ada yang tampak gugup karena harus memulai kehidupan baru jauh dari keluarga.

Melihat mereka untuk pertama kalinya membuatku teringat akan diriku sendiri saat pertama kali datang ke sekolah ini. Aku memahami bagaimana rasanya berada di lingkungan yang benar-benar baru dan harus beradaptasi dengan kehidupan berasrama. Karena itulah, aku dan teman-teman berusaha memberikan sambutan yang hangat agar mereka dapat merasakan bahwa sejak hari pertama mereka bukanlah orang asing, melainkan bagian dari keluarga besar SMAK Santo Eugenius Purwokerto. Senyum yang mulai terlihat di wajah mereka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami dan menjadi tanda dimulainya perjalanan baru yang akan kami lalui bersama di asrama.

 

Nama : Ariyani Silviana Gaby

Kelas : XI

Tempat dan Tanggal : Kumala Cafe,  Peringatan Hari Lahir Santo Eugenius De Mazenot ( 1 Agustus 2026)