MPLS suasana sakral dan hangat

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2026/2027 di SMAK Santo Eugenius Purwokerto resmi dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai tanggal 6 hingga 18 Juli 2026, dengan tujuan membantu adik kelas beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman-teman, dan kakak kelas, serta memahami ritme kehidupan sehari-hari di SMAK Santo Eugenius Purwokerto. Panitia MPLS berharap setiap murid dapat berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara yang telah disiapkan, karena keaktifan mereka merupakan kunci utama untuk merasakan manfaat maksimal dari setiap sesi yang telah dirancang.

Sejak hari pertama MPLS, Senin, 6 Juli 2026, kegiatan dibuka dengan apel malam yang berlangsung khidmat di aula sekolah. Suasana malam yang hening dan lampu-lampu aula yang menyala temaram menciptakan atmosfer sakral sekaligus hangat bagi para peserta. Seluruh murid baru, didampingi oleh kakak panitia MPLS, mengikuti apel dengan penuh antusiasme meskipun suasana malam hari terasa berbeda dari kegiatan sekolah pada umumnya. Dalam sambutannya, Panitia menyampaikan ucapan selamat datang yang menggugah semangat, serta mengingatkan bahwa MPLS adalah jembatan emas untuk memulai perjalanan panjang di dunia pendidikan menengah atas. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan kakak panitia selaku kakak kelas dan perkenalan murid baru satu per satu. Setiap murid diminta untuk menyebutkan nama dan asal tempat tinggal, serta menyebutkan nama teman yang sudah mereka kenali di antara peserta lainnya. Sesi ini berhasil mencairkan suasana dan menjalin keakraban awal di antara para murid baru.

Tidak hanya itu, MPLS tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan positif lainnya, seperti:

  • Tour Sekolah, agar murid baru mengenal lingkungan dan fasilitas sekolah secara menyeluruh. Mereka diajak berkeliling melihat ruang kelas yang nyaman, WC yang bersih, perpustakaan dengan koleksi buku yang melimpah, UKS yang siap melayani kesehatan murid, lapangan olahraga yang luas, hingga fasilitas ibadah yang representatif. Para pemandu dari OSIS dengan sabar menjelaskan fungsi setiap ruangan serta tata tertib penggunaannya. Dengan begitu, murid tidak merasa asing ketika memulai pembelajaran di hari pertama nanti, dan mereka sudah mengetahui di mana harus mencari bantuan jika membutuhkan sesuatu.
  • Menulis Harapan, Tantangan, dan Solusi, di mana para murid diajak untuk merenungkan apa yang mereka harapkan, tantangan apa yang mereka khawatirkan tentang harapan itu, dan solusi apa yang mereka pikirkan untuk menghadapi tantangan tersebut demi mencapai harapan mereka. Kegiatan ini menjadi media refleksi diri yang mendalam dan membantu guru pembimbing memahami kondisi mental setiap murid baru.
  • Sharing Dalam Kelompok, untuk melatih para murid agar aktif, kompak, dan saling berbagi pikiran. Dalam sesi ini, mereka berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari cara belajar efektif, mengatur waktu, hingga kegiatan apa yang mereka lakukan selama beberapa hari di sekolah. Melalui metode diskusi kelompok kecil yang dipandu oleh kakak kelas, setiap murid mendapat kesempatan yang sama untuk berbicara dan didengarkan. Suasana diskusi yang santai dan penuh tawa membuat setiap murid merasa nyaman untuk mengungkapkan pendapatnya, bahkan mereka yang tergolong pemalu pun akhirnya berani angkat bicara karena didorong oleh teman sekelompoknya.
  • Gerak Lagu, sebagai sarana break dan melepas penat, dan tentunya untuk melatih kekompakan serta koordinasi antarmurid. Dengan gerakan-gerakan ceria dan irama yang menghibur, kegiatan ini berhasil mengembalikan semangat para murid setelah mengikuti serangkaian sesi formal sebelumnya.

MPLS untuk membentuk karakter

Guru Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan mengenal lingkungan sekolah, tetapi langkah awal membentuk karakter murid yang disiplin dan peduli terhadap sesama. Menurutnya, peran guru dan kakak kelas sangat krusial dalam memastikan setiap murid baru merasa diterima dan didukung sepenuh hati. Selain itu, para kakak panitia dan guru secara aktif mendampingi murid baru di setiap sesi, baik secara akademik maupun sosial, dan langsung memberi solusi atau arahan apabila ada murid yang mengalami kebingungan. Pendekatan personal ini membuat murid baru merasa tidak sendiri dalam menghadapi masa adaptasi di lingkungan yang baru.

Puncak MPLS dilaksanakan pada hari terakhir, 18 Juli 2026. Dalam acara yang meriah tersebut, mereka melaksanakan liwetan bersama di lapangan sekolah sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Para murid yang dibagi menjadi lima kelompok menampilkan yel-yel kreatif sebagai hiburan, dan tidak ketinggalan, baik adik kelas maupun kakak kelas tampil bernyanyi bersama di atas panggung sederhana. Suasana semakin hangat dan penuh keceriaan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen berharga, dilanjutkan dengan menyalakan api unggun yang melambangkan semangat yang terus menyala di hati setiap murid, serta doa berkat yang dipimpin oleh Romo Yohanes Damianus OMI dan syukur atas kelancaran selama kegiatan MPLS berlangsung.

MPLS 2026 di SMAK Santo Eugenius Purwokerto berjalan lancar dan sukses. Tidak ada kendala berarti, berkat kerja sama seluruh pihak: guru, staf, OSIS, dan tentunya para murid baru yang antusias mengikuti setiap agenda. Keberhasilan ini menjadi modal berharga untuk memulai tahun ajaran yang produktif dan penuh prestasi.

Dengan berakhirnya MPLS, para murid baru kini siap menghadapi lingkungan sekolah baru yang penuh warna, tantangan, dan pelajaran berharga. Semoga semangat kebersamaan yang terbangun selama MPLS terus terjaga seterusnya, hingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang unggul, berkarakter, dan membanggakan almamater SMAK Santo Eugenius Purwokerto. Selamat belajar dan berkarya, murid-murid hebat!

 

Alisya Agustine; Kelas Sebelas (XI)

Kumala Cafe,

Peringatan hari lahir Santo Eugenius De Mazenod (1 Agustus 2026)