Antiokhia, tempat persaudaraan dalam kasih Kritus
Weekend Antiokhia 50 Purwokerto, tempat dimana para remaja kembali membangun dan menguatkan Imannya serta menguatkan persaudaraan di dalam Kasih Kristus. Selama 3 hari, para peserta dibawa untuk mengenal satu sama lain, dekat dengan Tuhan, serta bermain bersama. Mungkin bagi sebagian orang, Weekend Antiokhia yang berlangsung selama 3 hari ini hanya sebuah perkumpulan remaja biasa yang mendekatkan dirinya kepada Tuhan, namun di balik itu juga terdapat orang-orang yang melihat Weekend ini sebagai tempat untuk membangun kembali dan menguatkan imannya serta menguatkan persaudaraan antar sesama di dalam kasih Kristus, dan salah satu orang itu adalah saya.
Weekend Antiokhia ini merupakan Weekend yang pertama kali saya ikuti, saya mengikuti Weekend ini selama 3 hari dari tanggal 19 Juni sampai 21 Juni. Pada hari pertama, kami berangkat dari sekolah setelah makan siang bersama menggunakan bus tanpa di dampingi oleh para guru, ini juga merupakan pengalaman pertama kami pergi tanpa adanya guru pendamping yang mendampingi. Saat berada di dalam bus, kami saling tertawa dan berbagi cerita serta lelucon konyol yang menggelitikan perut. Setelah menempuh sekitar 15-20 menitan akhirnya kami sampai di Rumah Retret Maria Imakulata Kaliori. Di sana kami bertemu dengan para anggota team Antiokh yang beberapa bulan kemarin sempat mengunjungi kami ke SMAK untuk memperkenalkan apa itu Antiokh. Setelah kami menurunkan barang-barang kami masing-masing dari dalam bus, kami satu persatu mulai mendatangi meja pendaftaran untuk mengisi tanda tangan serta di berikan name tag yang harus di pakai selama kegiatan Weekend Antiokh ini berlangsung.
Saat kebersamaan
Setelahnya kami mulai menuju kamar yang sudah di tentukan oleh panitia, masing-masing kamar berisi 2 – 3 orang, dan pada saat itu aku mendapatkan kamar yang berisi 3 orang, untungnya salah satu teman kamar ku adalah teman asrama ku sedangkan yang satunya bisa di bilang mungkin sebentar lagi akan menjadi temanku juga. Setelah di berikan waktu beberapa jam untuk istirahat, akhirnya kami semua berkumpul untuk melakukan snack time, setelah snack time kami di berikan waktu untuk menuju aula bawah karena sebentar lagi kegiatan kami akan di mulai. Setelah turun ke bawah dan berada di aula, kami semua di berikan satu plastik kecil yang di tuliskan nama kami masing-masing lalu mulai mengumpulkan handphone kami semua kepada panitia Antiokh atau team.
Pada pertemuan di hari pertama ini kami melakukan perkenalan, presentasi, berkumpul, bermain games, dan lain sebagainya. Pada pertemuan pertama ini, kami semua masih terlihat kaku dan tidak terlalu dekat sampai akhirnya kegiatan berakhir. Setelahnya kami kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.
Pada keesokan harinya, kami terbangun sekitar pukul 5 pagi, lalu mandi dan kembali lagi ke aula bawah untuk melakukan doa bersama. Setelah melakukan doa bersama, kami lanjut sarapan pagi pada pukul 07.00 di ruang makan atas. Setelah melakukan sarapan kami mulai melanjutkan aktivitas kami seperti kemarin lagi, yaitu presentasi dan yang lainnya. Lalu tepat pada pukul 10.00 kami di berikan waktu untuk istirahat / snack time. Setelah snack time selesai, kami semua kembali ke aula bawah dan melakukan aktivitas yang sama lagi namun pada hari ini ada beberapa hal yang berbeda. Pada hari ke 2 ini, kami semua mulai semakin dekat satu sama lain setelah melakukan beberapa games dan aktivitas bersama.
Setelah akhirnya kegiatan selesai kami semua kembali ke kamar dan beristirahat. Lalu pada hari 3 kami semua kembali. Pada pagi hari kami melakukan doa pagi bersama, lalu jam 07.00 melakukan sarapan pagi, setelah sarapan melanjutkan aktivitas seperti present, games, dll. Games yang kami mainkan saat itu adalah seseorang yang bersembunyi di belakang selimut dan temannya harus menebak siapkah yang berada di belakang selimut itu. Team ku sempat akan menang, tetapi ketika babak ketiga kami kalah karna aku kalah cepat menebak orang di depanku.
Setelah sesi games itu selesai kami kembali melanjutkan aktivitas kami yaitu presentasi. Di Weekend ini kami melakukan Palancas, dan tepat pada hari terakhir ini palancas kami akan di berikan kepada kami masing masing. Tepat pada jam 12.00 kami semua naik ke ruang makan untuk melakukan santap siang bersama, saat sedang makan aku di datangi oleh palu ( pak lurah – sebutan untuk ketua panitia) dan di tunjuk sebagai pemazmur di misa penutupan acara antiokh kali ini. Tentu saja aku terkejut karna waktu latihan yang sangat terbatas, misa akan di mulai dalam waktu 1 jam lagi dan aku baru di beri tahu, sehingga aku makan secara tergesa-gesa agar bisa latihan dengan waktu yang menurutku lumayan cukup walaupun gugup. Setelah selesai makan, aku di bawa oleh salah satu anggota team menuju Gereja Ratu Surga untuk melakukan latihan mazmur, ketika latihan aku gugup sekali karna takut tapi aku berpikir, ketika orang sudah menunjukku berarti mereka percaya kepada ku bahwa aku bisa melakukan apa yang mereka percayai. Sehingga aku mulai serius untuk latihan, sampai pada akhirnya saat misa, aku mulai menyanyikan Mazmur.
Pada refren aku benar, bait pertama benar, bait kedua mulai hancur, dan pada saat bait ketiga aku mengingat kata-kata dari pelatih mazmurnya yaitu “kalo bingung sama nada nya kamu dengerin aja suara organ yang aku mainkan.” ketika aku mengingat itu dan mulai mengikuti instruksi itu, aku mulai kembali kepada nada yang benar, sehingga aku menjadi lebih percaya diri. Setelah misa berakhir, kami semua akhirnya sampai pada pembagian kalung Antiokh, pembagian hadiah pemenang games, dan penghargaan atas peserta yang aktif (Laskar Kristus), serta pembagian HP dan juga Palancas.
Ketika palancas di bagikan aku tidak membuka pada saat masih di wilayah Gua Maria Kaliori, aku membukanya ketika pulang kembali ke asrama. Ketika aku membuka palancas itu, betapa banyaknya tulisan-tulisan orang yang membuat hatiku terharu. Walaupun kami belum saling mengenal namun mereka sudah seperti saudara saya sendiri.
Sehingga dari Antiokh saya mendapatkan teman yang lebih banyak, menjadi lebih terbuka kepada teman-teman, dan ini juga yang membuat saya akhirnya memilih judul “WEEKEND ANTIOKHIA 50 : MEMBANGUN IMAN, MENCIPTAKAN PERSAUDARAAN”.
Nama : Caroline Giselle A.U.
Kelas : XII
Tempat / Tanggal : Kumala Café, Peringatan hari lahir Santo Eugenius De Mazenod (01 Agustus 2026).
Saatnya jadi Team Week End untuk terus bertumbuh dan menjadi sarana pertumbuhan bagi adik kelas.
Saatnya menjadi Team Week End untuk terus bertumbuh dalam kasih Kristus dan membagikan pengalaman ini kepada adik kelas
dari kegiatan Antiokh ini membuat kita semakin bertumbuh dan bersatu di dalam kristus.
pengalaman yang membangun iman dan kebersamaan
Pengalaman yang luar biasa! Weekend Antiokhia 50 berhasil membangun iman dan persaudaraan, membuktikan bahwa kebersamaan dalam Kristus bisa menciptakan ikatan yang kuat. Cerita Gisel sangat menginspirasi, terutama keberaniannya saat menjadi pemazmur. Saya juga tersentuh membaca bagaimana palancas berisi pesan haru dari orang-orang baru. Artikel ini sangat bermanfaat bagi remaja karena Weekend Antiokhia 50 bukan sekadar retret, tapi ruang tumbuh iman dan karakter. Terima kasih sudah berbagi, selamat untuk panitia dan peserta, semoga kegiatan ini terus berlanjut dan berkarya!
Bagian tentang palancas menurutku menyentuh banget karena bisa membuat orang yang awalnya belum saling kenal terasa seperti saudara.
wahh asik ya kegiatannya, gabung jadi team Week End kak gisell
wahh asik ya kegiatannya, gabung jadi team Week End aja kak gisell